Redesign website sering dianggap hanya pekerjaan visual. Padahal perubahan theme, struktur halaman, slug, gambar, dan internal link dapat mengubah cara mesin pencari memahami website. Rencana migrasi harus dibuat sebelum desain baru diluncurkan.
Audit sebelum redesign
- Ekspor daftar URL yang mendapatkan traffic dan backlink.
- Catat halaman yang sudah terindeks dan menghasilkan inquiry.
- Kelompokkan URL menjadi dipertahankan, digabung, dipindahkan, atau dihapus.
- Simpan title, meta description, heading, media, dan internal link penting.
URL mapping dan redirect
Jika URL berubah, buat mapping dari URL lama ke halaman baru yang paling relevan. Redirect harus langsung menuju tujuan akhir, bukan melalui rantai. Jangan mengarahkan semua URL lama ke homepage karena konteks halaman akan hilang.
QA setelah launch
- Crawl website production dan cari 404 atau redirect yang salah.
- Periksa canonical, noindex, robots, sitemap, dan structured data.
- Uji form, CTA, gambar, menu, serta versi mobile.
- Bandingkan template title dan meta dengan versi lama.
- Pantau Search Console dan traffic setelah rilis.
Redesign yang baik meningkatkan usability sekaligus menjaga aset SEO. Untuk proyek WordPress ke Next.js, proses ini juga perlu mempertimbangkan rendering, API, route generation, dan strategi deployment.